Ilustrasi - Aksi Protes /Pixabay/niekverlaan/
Poker Tulip - Pada Rabu (1/9/2021), puluhan tenaga kesehatan (nakes) berkumpul untuk melakukan protes tepat di depan Kementerian Kesehatan, Manila, Filipina. Tuntutan yang disuarakan tentu tidak lepas dari kasus COVID-19 yang semakin hari semakin meningkat, namun upah dan tunjangan yang belum diterima tenaga kesehatan.
Kekecewaan ini membuat para petugas kesehatan akhirnya menyebut tindakan ini sebagai tindakan pengabaian pemerintah Filipina. Menggunakan perlindungan medis penuh, mereka mengeluarkan tuntutan mereka.
Tak hanya tuntutan upah dan tunjangan, para tenaga kesehatan juga menyuarakan pengunduran diri Menteri Kesehatan Filipina, Francisco Duque.
Meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di Filipina
https://twitter.com/anthesguerra/status/1432255578655510536?s=20
Dilansir laman Reuters, kasus COVID-19 di Filipina terus memburuk. Dalam sebulan terakhir, jumlah COVID-19 di Filipina telah melampaui 2 juta kasus. Dengan catatan harian 22.000 pada hari Senin. Karena jumlahnya yang melonjak, tenaga medis kewalahan menanganinya. Apalagi saat fasilitas kesehatan juga menipis.
Akibat meningkatnya jumlah kasus COVID-19, sekitar 103 tenaga kesehatan Filipina meninggal dunia.
“Sangat menyedihkan bahwa banyak dari kami (staf medis) yang telah meninggal, banyak di antara kami menjadi sakit, dan banyak yang mengundurkan diri atau memilih pensiun lebih awal, namun kita masih berlutut di hadapan Departemen Kesehatan agar memberi tunjangan kita,” kata Robert Mendoza, Presiden Pekerja Kesehatan Alliance.
Janji Pemerintah Filipina kepada Tenaga Kesehatan
Menurut Al Jazeera, Presiden Rodrigo Duterte telah memberi Kementerian Kesehatan tenggat waktu 10 hari, mulai dari 21 Agustus, untuk membayar upah dan tunjangan bagi staf medis. Namun ternyata hingga Rabu (1/9/2021) hal yang mereka harapkan tak kunjung datang.
“Pemerintah berjanji akan memberikan tunjangan hari ini, tetapi hingga saat ini belum,” jelas seorang perawat bernama Nico Oba. "Saya kasihan pada kami, karena kami yang meminta," lanjutnya.
Tak terkecuali kekecewaan mereka terhadap Menteri Kesehatan Francisco Duque, sehingga petugas kesehatan menuntut agar dia mengundurkan diri. Menurut Al Jazeera, penyebab gugatan mereka terhadap Duque adalah dugaan penyalahgunaan dana COVID-19. Sehingga pada akhirnya para tenaga medis rela berdiri di depan Kementerian Kesehatan sambil membawa plakat berisi tuntutan mereka.
Asosiasi Perawat Filipina mengadakan protes virtual
https://twitter.com/msnph/status/1432946562171215875?s=20
Sama seperti tenaga kesehatan lainnya, Asosiasi Perawat Filipina juga telah mengeluarkan berbagai tuntutan terhadap pemerintah. Meski hanya dilakukan secara online, mereka menuntut kondisi kerja yang lebih baik dan berharap lebih banyak staf di rumah sakit.
Varian Delta yang semakin garang—seperti yang terjadi di kawasan Asia Tenggara lainnya, membuat Filipina harus menghadapi tantangan yang lebih nyata. Tingkat vaksinasi yang rendah telah membuat kasus di Filipina melonjak, di mana kasus telah melewati angka 2 juta.



