Menko PMK Muhadjir Effendy Foto: Dok Kemenko PMK
Poker Tulip - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy telah menemui mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif, di Yogyakarta, Jumat (3/8/2021).
Muhadjir datang di kediaman Syafii Maarif, di Perumahan Nogotirto, Gamping, Kabupaten Sleman, sekitar pukul 13.30 WIB. Ketika tiba, Menko PMK itu diterima Syafii Maarif, yang akrab disapa Buya Syafii. Keduanya pun berbincang selama satu jam.
Ditanya mengenai pertemuannya itu, Muhadjir menjawab, "ingin silaturahmi aja."
Muhadjir sebut sudah lama tidak bersilaturahmi
Muhadjir menyebutkan bahwa telah menganggap Buya Syafii seperti orang tuanya sendiri. Maka dari itulah, dia sowan ke rumah Syafii Maarif di sela-sela kegiatannya di Yogyakarta.
"Seperti bapak saya, seperti orang tua saya. Sudah lama saya tidak bersilaturahmi. Selama COVID ini kan saya tahu diri untuk tidak datang, tapi karena beliau sudah divaksin sehingga saya tadi bersilaturahmi," kata Muhadjir seperti dilansir ANTARA.
Muhadjir ungkap kelemahan penanganan pandemi COVID-19
Dalam pertemuan itu, Buya Syafii memaparkan kekhawatirannya soal kesehatan Muhadjir yang sering turun langsung ke lapangan dalam penanganan COVID-19. Namun kepada Buya Syafii, Muhadjir menjelaskan, penanganan COVID-19 di Indonesia memang tidak bisa tuntas tanpa adanya penanganan langsung ke lapangan.
"InsyaAllah (saya) selalu menjaga diri, selalu waspada dan memang penganan COVID-19 ini tidak bisa hanya dibahas di atas meja, tapi harus turun ke lapangan," ujarnya.
Hal itu, kata dia, sesuai dengan anjuran Presiden Joko Widodo "Jokowi" yang menyebutkan bahwa penanganan COVID-19 memang membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengontrol secara langsung pelaksanaan di lapangan.
"Bapak Presiden menyampaikan, kelemahan dalam penanganan COVID-19 ini adalah kepemimpinan lapangan. Oleh karena itu, kita harus tahu betul bagaimana pelaksanaan di lapangan, karena apa yang dibahas di meja belum tentu persis seperti di lapangan," ujar Muhadjir.
Buya Syafii meminta partai politik atau politikus menahan diri dulu
Buya Syafii Maarif pun meminta agar para politisi dan partai politik (parpol) tidak terburu-buru menyongsong Pemilu 2024. Ia berpesan kepada semua politisi yang tergabung di pemerintahan dan para parpol pengusungnya, supaya mengedepankan empati terlebih dahulu di tengah situasi negara yang sekarang ini.
"Saya harap partai politik atau politisi ini menahan diri dulu," ujarnya.
Cendekiawan muslim itu juga menilai, baliho bergambar politikus dan beraroma Pilpres 2024 belum saatnya mejeng di berbagai sudut jalan.
Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dipikirkan solusinya. Termasuk oleh sosok yang wajahnya terpampang di baliho.
"Kasihan bangsa ini, utang negara juga makin banyak, keuangan kita juga tidak bagus. Pertumbuhan ekonomi juga begitu, anak yatim yang kematian orang tua karena COVID-19 juga banyak. Mbok itu diperhatikan bersama-sama," terangnya.



