Sumber foto: Bernama/Astroawani
POKER TULIP - Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin mengumumkan empat fase Malaysia keluar dari pandemi COVID-19. Rencana itu disampaikan setelah Muhyiddin bertemu dengan Raja Malaysia Sultan Abdullah Ahmad Shah pada Selasa (15/6/2021).
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Muhyiddin meluncurkan Rencana Pemulihan Nasional yang memproyeksikan bahwa Malaysia akan, secara bertahap, membuka kembali sektor ekonomi, sosial dan parlemen mulai September 2021.
"Kita tidak bisa terus seperti ini. Kita harus keluar dari krisis ini secepat mungkin," kata Muhyiddin seperti dikutip The Straits Times.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan bahwa kebijakan lockdown nasional baru-baru ini merugikan pemerintah sebesar Rp 3,4 triliun dalam sehari. Agenda ekonomi dalam skala besar akan kembali beroperasi mulai Oktober.
Persyaratan fase ketiga: Kasus harian di bawah 2.000 dan 40 persen populasi telah divaksinasi
Penguncian nasional saat ini, untuk ketiga kalinya, adalah fase pertama. Fase ini akan berakhir ketika kasus harian relatif rendah, sehingga karantina wilayah bisa dilonggarkan.
Fase kedua akan dimulai ketika kasus harian di bawah 4.000 dan sekitar 10 persen telah divaksinasi. Meski sejumlah aturan sudah dilonggarkan, pemerintah tetap melarang aktivitas di bidang sosial dan perjalanan. Fase ini diperkirakan akan dimulai pada Juli dan Agustus.
Tahap berikutnya, ketiga, dijadwalkan akan dimulai pada akhir Oktober. Pada fase ini, kegiatan ekonomi mulai dibuka kembali, meskipun pembatasan pada sektor sosial tetap berlaku. Kondisi untuk memasuki fase ketiga di bawah 2.000 kasus setiap hari dan 40 persen populasi telah divaksinasi lengkap.
Kegiatan November di Malaysia akan berjalan normal
Izin penuh diproyeksikan mulai November dan seterusnya, setelah 60 persen populasi telah divaksinasi penuh dan kasus harian turun di bawah 500.
“Penguncian yang sedang berlangsung telah sangat mempengaruhi mata pencaharian kami. Sekarang, kita bisa mulai melihat cahaya di ujung terowongan,” kata Muhyiddin, mengungkapkan keyakinan bahwa rencana keluar akan berhasil jika disesuaikan dengan kecepatan vaksinasi.
Malaysia telah berjuang untuk menurunkan infeksi COVID-19 tahun ini, dengan kasus harian mencapai rekor 9.020 pada 29 Mei 2021. Infeksi harian di bawah 1.000 hanya terjadi sekali tahun ini, yaitu 941 kasus pada 29 Maret.
Malaysia mempercepat vaksinasi
Pemerintah terus menggenjot upaya untuk memvaksinasi seluruh penduduk. Pada Senin (14/6/2021), Malaysia mencatat angka vaksinasi tertinggi, yakni 197.963 suntikan sehari.
Otoritas tetangga telah memberikan setidaknya satu dosis vaksin kepada 10 persen dari 33 juta penduduknya. Sementara itu, 59 persen populasi orang dewasa telah terdaftar untuk menerima vaksin.
Otoritas Pengawas Obat Malaysia (DCA) pada Selasa (15/6/2021) menyetujui dua vaksin dosis tunggal, CanSino buatan China dan Johnson & Johnson dari Amerika Serikat.
Malaysia saat ini menggunakan tiga vaksin dua dosis, yaitu Pfizer-BioNTech, Sinovac dan AstraZeneca. DCA pada hari Selasa juga menyetujui penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech untuk mereka yang berusia 12 tahun ke atas.




