SELAMAT DATANG DI POKER TULIP. DAPATKAN FREE COIN 20.000 UNTUK DEPOSIT PERTAMA MIN DEPOSIT 20.000

Tuesday, June 29, 2021

Dessy Kumalasari

COP26 Bertujuan untuk Hentikan Laju Kenaikan Suhu Global

 

Ilustrasi, sumber foto: Ekaterina_Simonova

POKER TULIPUN Climate Change Conference of the Parties ke-26 (COP26) akan diselenggarakan mulai 1-12 November 2021 di Glasgow, Skotlandia, Inggris Raya. Konferensi ini merupakan acara akbar yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadapi krisis lingkungan dan pemanasan global.

Lebih dari 190 pemimpin dunia akan hadir memeriahkan acara tersebut. Secara umum, tujuan COP26 adalah untuk mewujudkan Paris Agreement yang telah disepakati pada tahun 2015, yaitu untuk menghentikan laju kenaikan suhu global di bawah 2 derajat Celcius.

Lebih khusus lagi, COP26 juga bertujuan untuk merancang strategi adaptasi di tengah perubahan iklim, memobilisasi pembiayaan hingga 100 miliar dolar untuk program perubahan iklim global, dan merancang strategi kolaboratif antar berbagai sektor dalam menangani masalah ini.

Presiden COP26 Alok Sharma mengatakan bahwa acara tahun ini akan berbeda dari konferensi tahunan sebelumnya. Hal ini karena perwakilan masyarakat sipil akan hadir untuk memberikan pandangan mereka tentang perubahan iklim.

"COP26 akan menjadi yang paling inklusif, karena kami mengundang masyarakat sipil dan kelompok agama untuk berbagi pandangan soal perubahan iklim," kata Sharma saat menghadiri diskusi dengan aktivis lingkungan milenial Indonesia, Selasa (1/6/2021).

Dalam diskusi tersebut, sejumlah aktivis muda menyampaikan harapannya terhadap COP26. Apa saja itu?

Pendidikan tentang perubahan iklim harus didorong

Analis lingkungan milenial dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Yesi Christy berharap COP26 menjadi momentum bagi semua negara untuk mempromosikan edukasi perubahan iklim kepada publik. Apalagi di Indonesia, dimana tanda-tanda pemanasan global sangat jelas, mulai dari fenomena banjir hingga mencairnya salju abadi di puncak Gunung Jayawijaya.

“Kesadaran soal perubahan iklim dan pemanasan global masih sangat rendah. Kami menyadari bahwa tindakan untuk perubahan iklim harus didasari pada pemahaman terhadap isu tersebut. Selain keterbatasan sumber daya untuk menjangkau komunitas lebih luas, tidak semua orang juga mampu memahami kompleksitas isu perubahan iklim,” kata Yesi.

“Harapan kami untuk COP26 adalah menjadikan edukasi soal perubahan iklim sebagai komponen penting dalam bagian aksi perubahan iklim. Kami juga berharap di masa depan ada pendanaan lebih untuk peneliti muda.” tambahnya.


Wilayah kepulauan dan pesisir harus menjadi prioritas

Aktivis lingkungan yang juga menyampaikan aspirasinya adalah Dave Djubamir. Setiap hari, Dave rutin mengedukasi masyarakat Kepulauan Aru tentang perubahan iklim.

Dave punya dua harapan. Pertama, ia berharap COP26 mulai memprioritaskan pulau dan wilayah pesisir sebagai yang paling rentan terhadap perubahan iklim. Kedua, ia berharap COP26 dapat mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk membuat kebijakan yang lebih serius dalam menghadapi perubahan iklim.

“Saya mengkampanyekan perubahan iklim dari sekolah-sekolah, dari pulau ke pulau saja tidak cukup. Kami butuh orang seperti Anda (Alok Sharma), yang memiliki otoritas dan kuasa dalam membuat kebijakan,” kata Dave.


Memberikan kepastian hukum bagi masyarakat adat

Kemudian, peserta lainnya adalah Jakob Siringoringo mewakili Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Jakob berharap setelah COP26 masyarakat adat dapat lebih terlibat dalam menjaga hutan dengan cara tradisionalnya.

“Mereka memiliki cara-cara yang natural, yang diajarkan oleh pendahulunya. Kami telah mendokumentasikan dan membagikan kepada anak muda,” kata Jakob.

Sayangnya, pendekatan masyarakat adat seringkali tidak disadari oleh pemerintah. Padahal, mereka adalah orang-orang yang hidup dengan alam dan mereka pasti akan menjaga kelestarian hutan tempat mereka tinggal.

Harapan Jakob lainnya adalah COP26 dapat mendorong pemerintah Indonesia mengesahkan RUU Masyarakat Adat (RUU). “RUU itu untuk memberikan kepastian hukum dan supaya mereka terbabas dari kriminalisasi,” harapnya.

Dessy Kumalasari

About Dessy Kumalasari -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :