SELAMAT DATANG DI POKER TULIP. DAPATKAN FREE COIN 20.000 UNTUK DEPOSIT PERTAMA MIN DEPOSIT 20.000

Tuesday, April 6, 2021

Dessy Kumalasari

Doni Monardo Kunjungi Lokasi Banjir Bandang di NTT

 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo saat Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 bersama Pemerintah Provinsi NTT di Kawasan Nusa Dua, Bali, Sabtu 3 April 2021. /Dok. BNPB


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo berangkat ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memeriksa lokasi banjir bandang dan longsor. Kunjungan Doni hari ini dilakukan usai kunjungannya ke beberapa daerah dalam rangka penanganan COVID-19 sebelumnya.


"Ini bukan kejadian pertama, di mana kami harus melakukan perjalanan maraton satu daerah ke daerah lain. Setelah kembali ke Jakarta, tak lama berselang harus bertolak lagi ke lokasi bencana yang baru. Nah, itu yang terjadi pagi ini," ucap Pakar BNPB, Egy Massadiah di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (5/4/2021).


Doni mengunjungi NTT setelah serangkaian kunjungan ke beberapa daerah terkait penanganan COVID-19


Egy menuturkan, sebelumnya Doni dan rombongan baru saja melakukan rangkaian kunjungan terkait bencana dan penanganan COVID-19. Perjalanan ke beberapa daerah dilakukan mulai Selasa (30/3/2021) hingga Sabtu (3/4/2021).


“Mulai dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berlanjut ke Mamuju, dan Palu. Esok harinya menuju Surabaya, lalu Bali. Sabtu kembali ke Jakarta, Minggu malam stand by di Halim untuk bertolak meninjau banjir bandang di Pulau Adonara, Flores Timur, NTT," kata Egy.


“Berhubung cuaca semalam di lokasi tujuan tidak memungkinkan, perjalanan diundur menjadi pagi ini, pukul 05.00 WIB,” imbuhnya.


Sebanyak 54 korban jiwa ditemukan akibat banjir dan longsor di NTT


Sebelumnya, longsor di Desa Nele Lamadiken, Kecamatan Ile Boleng terjadi pada Minggu, sekitar pukul 01.00 WITA, saat wilayah setempat dilanda hujan deras dan angin kencang yang berlangsung cukup lama.


Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli mengatakan, kondisi cuaca ekstrem mengakibatkan banjir dan tanah longsor yang menyeret kayu gelondongan dan batu besar hingga menghantam pemukiman warga.


Hingga Minggu (4/4/2021) malam tercatat 54 orang meninggal akibat bencana alam tersebut.


"Jumlah korban longsor yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa hingga Minggu sore, ada 54 orang dari sebelumnya 20 orang, sementara ini upaya pencarian masih terus berlangsung di lapangan," kata Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli seperti dikutip ANTARA, Minggu (4/4) / 2021).


Pencarian korban masih terus dilakukan akibat banjir bandang


Selain memakan korban jiwa, puluhan rumah di Desa Nele Lamadiken beserta berbagai barang berharga milik warga sekitar juga ikut hancur akibat longsor. Ia mengatakan, saat ini pencarian korban masih terus dilakukan di lapangan, oleh petugas dengan dukungan berbagai elemen masyarakat setempat.


“Ada korban meninggal juga yang ditemukan di Desa Nobo yang berada di area bawah Desa Nele Lamadiken karena terseret banjir,” kata Agustinus.


Agustinus mengatakan, korban banjir bandang yang terjadi di titik lain yaitu kawasan Waiwerang dan sekitarnya di Kecamatan Adonara Timur yang ditemukan tewas juga bertambah satu orang sehingga menjadi empat orang.


Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama berbagai elemen masih bekerja di lapangan untuk menangani dampak bencana, baik pencarian, evakuasi korban, maupun penanganan korban

 PokerTulip | Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya



.


Dessy Kumalasari

About Dessy Kumalasari -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :