Ilustrasi, sumber foto: ANTARA
Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja mengatakan, agenda uji coba sekolah tatap muka tidak akan berlangsung selama seminggu penuh. Nantinya, dijadwalkan akan diadakan penyemprotan disinfektan setelah kegiatan belajar mengajar.
Penyemprotan akan dilakukan pada hari Selasa dan Kamis, menurut Taga. Sisanya akan ada pembelajaran untuk tingkatan tertentu di setiap jenjang sekolah.
“Jadi Selasa ada penyemprotan desinfektan, enggak ada pembelajaran. Pada Rabu, kelas 5 SD, 8 SMP dan 11 SMA (sekolah tatap muka). Lalu, Kamis penyemprotan disinfektan. Pada Jumat, giliran kelas 6 SD, 9 SMP, serta 12 SMA," kata Taga Radja saat dikonfirmasi awak media, Senin (5/4/2021).
Siswa PAUD, TK dan SD kelas 1-3 masih belajar di rumah
Sistem belajar di rumah (BDR) juga masih diterapkan untuk siswa di bawah kelas 3 SD. Jadi yang mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah selama masa uji coba adalah kelas 4 sd 6 SD, 7 sd 9 SMP / sederajat, dan 10 sd 12 SMA / sederajat.
“PAUD, TK, SD kelas 1,2, dan 3 itu tetap BDR,” ucapnya.
Jumlah sekolah yang berpartisipasi dalam uji coba ini dapat berubah
Hingga saat ini, uji coba soal pembelajaran tatap muka, terkait pelatihan dan lama belajar, masih terus dibahas. Jumlah sekolah yang mengikuti agenda pembelajaran tatap muka ini, kata Taga, juga belum ditentukan.
“Jadi angka masih berubah, dinamis,” ucapnya.
Tidak bisa terburu-buru karena pertimbangkan siswa
Memang, ada 100 sekolah yang telah mendaftar untuk mengikuti uji coba sekolah tatap muka. Namun jumlah tersebut bisa saja berkurang atau bertambah, sesuai dengan hasil pelatihan yang telah disiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
"Kami pertimbangkan anak-anak. Kami tak bisa buru-buru," katanya.
PokerTulip | Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya



