Ketika Matahari Mati, Apakah Itu Pertanda Kiamat?
Poker Tulip - Perisai magnet Bumi tak selamanya kuat untuk melindungi planet kita. Angin Matahari akan semakin kuat menghantam ketika bintang di pusat Tata Surya ini pada akhirnya mati. Saat hal itu terjadi, ilmuwan tak menyebut kiamat merupakan akhir segalanya melainkan akan muncul kehidupan baru di planet yang baru juga.
Dalam sebuah observasi yang diterbitkan pada 21 Juli 2021 di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, sekelompok tim astronom menghitung seperti apa intensitas angin Matahari akan berevolusi selama 5 miliar tahun ke depan dan saat bintang kita tersebut kehabisan energi bahan bakar hidrogen untuk membakar dan membengkak seperti raksasa merah yang luar biasa.
Saat itu, angin Matahari akan menjadi sangat kuat sehingga mengikis perisai magnet Bumi sampai habis tak bersisa. Setelah itu sebagian besar atmosfer planet kita bakal tertiup ke luar angkasa. Kehidupan apapun di Bumi yang berhasil bertahan hingga saat itu pasti akan musnah.
Kiamat Bumi dan kehidupan baru
Miliaran tahun dari sekarang, Matahari kita seperti semua bintang di alam semesta pada akhirnya juga akan kehabisan hidrogen yang memicu reaksi nuklir yang terdapat pada intinya. Tanpa bahan bakar ini maka inti Matahari akan mulai berkontraksi di bawah gravitasinya sendiri sementara lapisan luar bintang akan mulai mengembang. Akhirnya, Matahari akan menjelma menjadi bola merah besar yang radiusnya meluas jutaan mil di luar ukurannya saat ini.
Ketika atmosfer luar Matahari mengembang, ia akan menembus setiap planet yang dilewatinya. Merkurius dan Venus hampir pasti akan turut lenyap dan kemungkinan besar Bumi juga bakal lenyap. Setelah satu miliar tahun atau lebih berekspansi, Matahari juga akan runtuh yang kemudian akan mengerdil. Inilah nafas terakhir Matahari hingga nantinya akan samar-samar membara selama beberapa miliar tahun sampai akhirnya hanya dapat berkedip-kedip.
Dengan kata lain, sangat tak mungkin kehidupan di planet manapun sanggup bertahan dari kematian Mataharinya. Tetapi kemungkinan kehidupan baru bisa muncul dari debu-debu lama begitu Matahari menyusut dan berhenti menghembuskan angin kencang. Kemungkinan, untuk sejumlah planet di luar sana di alam semesta terbentuk sebuah kehidupan baru seperti di Bumi.
Poker Tulip | Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya



