Ilustrasi, sumber foto: Istimewa
Kepolisian Resor Kota Batu masih mengusut tewasnya dua mahasiswa UIN Malang saat Pembaiaatan dan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) UKM pencak silat, Pagar Nusa, Sabtu (6/3/2021) lalu. Kali ini polisi mulai melakukan pengecekan terhadap seluruh panitia kegiatan yang berjumlah 31 orang. Pemeriksaan tersebut dilakukan guna mengumpulkan data untuk mengungkap penyebab kematian kedua mahasiswa tersebut.
Proses pemeriksaan masih berlangsung
Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus mengatakan, saat ini proses pemeriksaan seluruh panitia sedang berlangsung. Tim saat ini sedang mengumpulkan informasi dari masing-masing panitia untuk analisis mendalam. Hasil analisis tersebut akan digunakan untuk menentukan ada tidaknya tindak pidana dalam perkara tersebut.
“Pemeriksaan masih berlangsung. Jadi sementara kami belum bisa sampaikan seperti apa hasilnya,” jelasnya Selasa (9/3/2021).
Peserta pun bakal diperiksa
Selain memeriksa panitia kegiatan, Jeifson mengatakan setelah itu pihaknya juga akan memeriksa 41 peserta PPAB. Saat ini tim sedang mengumpulkan alamat dari masing-masing peserta sehingga nantinya akan dikunjungi untuk dimintai keterangan mengenai kejadian tersebut.
Polisi ingin mendengar penjelasan dari berbagai pihak agar nantinya bisa memberikan gambaran yang jelas tentang penyebab tewasnya kedua mahasiswa tersebut.
“Sebagian anggota kami sudah mencari alamat dari masing-masing peserta dan mendatanginya. Nantinya keterangan dari peserta dan panitia ini akan kami bandingkan,” imbuhnya.
Amankan beberapa bukti
Selain memeriksa panitia dan peserta, polisi juga mengumpulkan beberapa barang bukti seperti dokumen selama kegiatan dan pembaiatan berlangsung. Analisis dokumen dilakukan untuk mendapatkan gambaran lengkap dari kasus tersebut.
“Selain dokumen kegiatan, kami juga memeriksa SOP pembaiatan. Karena ini memang kegiatan pembaiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Tetapi karena tahun ini berada dalam suasana pandemik sehingga tidak diizinkan oleh kampus," dia melanjutkan.
Kunjungi keluarga korban
Tak hanya itu, polisi juga mendatangi keluarga korban untuk dimintai keterangan. Apalagi, korban atas nama Moh Faisal Lathiful Fakhri belum divisum saat diperiksa di Puskesmas Karangploso. Saat itu, setelah dinyatakan meninggal, jenazah langsung diambil oleh keluarga korban dan dibawa kembali ke Lamongan.
“Untuk korban yang dirawat di puskesmas belum sempat dilakukan visum karena langsung dijemput keluarganya,” pungkasnya.
PokerTulip | Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya



